Sunday, January 3, 2010

MEMBEDAKAN ZIONISME DARI YAHUDI




PENAFSIRAN KELIRU DARI ZIONIS TERHADAP TAURAT

Taurat adalah kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Musa. Allah mengatakan dalam Alquran: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi),…” (QS. Al-Maa-idah, 5:44). Sebagaimana pula dinyatakan dalam Alquran, isi Taurat di kemudian hari telah dirubah dengan penambahan perkataan manusia. Itulah mengapa di zaman sekarang telah dijumpai “Taurat yang telah dirubah”.

Namun, pengkajian terhadap Taurat mengungkap keberadaan inti ajaran-ajaran Agama yang benar di dalam Kitab yang pernah diturunkan ini. Banyak ajaran-ajaran yang dikemukakan oleh Agama yang benar seperti keimanan kepada Allah, penyerahan diri kepada-Nya, bersyukur kepada-Nya, takut kepada Allah, mencintai Allah, keadilan, cinta, kasih sayang, menentang kebiadaban dan kedzaliman tertulis dalam Taurat dan bagian-bagian lain dari Kitab Perjanjian Lama.

Selain itu, peperangan yang terjadi sepanjang sejarah dan pembantaian yang terjadi ini dikisahkan dalam Taurat. Jika seseorang berniat untuk mendapatkan dalil – meskipun dengan cara membelokkan fakta-fakta yang ada – untuk membenarkan tindakan keji, pembantaian dan pembunuhan, ia dapat dengan mudah mengambil bagian-bagian ini dalam Taurat sebagai rujukan untuk kepentingan pribadinya. Zionisme menempuh cara ini untuk membenarkan tindakan terorismenya, yang sebenarnya adalah terorisme fasis, dan ia sangat berhasil. Sebagai contoh, Zionisme telah menggunakan bagian-bagian yang berhubungan dengan peperangan dan pembantaian dalam Taurat untuk melegitimasi pembantaian yang dilakukannya terhadap warga Palestina tak berdosa. Ini adalah penafsiran yang tidak benar. Zionisme menggunakan agama sebagai alat untuk membenarkan ideologi fasis dan rasisnya.

Sungguh, banyak orang-orang Yahudi taat yang menentang penggunaan bagian-bagian Taurat ini sebagai dalil yang membenarkan pembantaian yang dilakukan terhadap warga Palestina sebagai tindakan yang benar. The Neturie Karta, sebuah organisasi Yahudi Ortodoks anti Zionis, menyatakan bahwa, nyatanya, “menurut Taurat, umat Yahudi tidak diizinkan untuk menumpahkan darah, mengganggu, menghina atau menjajah bangsa lain”. Mereka menekankan lebih jauh bahwa, “para politikus Zionis dan rekan-rekan mereka tidak berbicara untuk kepentingan masyarakat Yahudi, nama Israel telah dicuri oleh mereka”. (Rabbi E. Schwartz, Advertisement by Neturei Karta in New York Times, May 18, 1993)

Dengan menjalankan kebijakan biadab pendudukan atas Palestina di Timur Tengah dengan berkedok “agama Yahudi”, Zionisme sebenarnya malah membahayakan agama Yahudi dan masyarakat Yahudi di seluruh dunia, dan menjadikan warga Israel atau Yahudi diaspora sebagai sasaran orang-orang yang ingin membalas terhadap Zionisme.

Sumber : Harun Yahya

UNTA MENJADI HAKIM

Pada zaman Rasulullah SAW, ada seorang Yahudi yang menuduh orang Muslim mencuri untanya. Maka dia datangkan empat orang saksi palsu dari golongan munafik. Nabi SAW lalu memutuskan unta itu milik orang Yahudi dan memotong tangan Muslim itu sehingga orang Muslim itu kebingungan. Maka ia pun mengangkat kepalanya menengadah ke langit seraya berkata, “Tuhanku, Engkau Maha Mengetahui bahwa sesungguhnya aku tidak mencuri unta itu”.

Selanjutnya orang Muslim itu berkata kepada Nabi SAW, “Wahai Rasulullah, sungguh keputusanmu itu adalah benar, akan tetapi mintalah keterangan dari unta ini”. Kemudian Nabi SAW bertanya kepada unta itu, “Hai unta, milik siapakah engkau ini ?” Unta itu menjawab dengan kata-kata yang fasih dan jelas, “Wahai Rasulullah, aku adalah milik orang Muslim ini dan sesungguhnya para saksi itu adalah dusta”.

Akhirnya Rasulullah s.a.w berkata kepada orang Muslim itu, “Hai orang Muslim, beritahukan kepadaku, apakah yang engkau perbuat, sehingga Allah Taala menjadikan unta ini dapat berbicara perkara yang benar”. Jawab orang Muslim itu, “Wahai Rasulullah, aku tidak tidur di waktu malam sehingga lebih dahulu aku membaca solawat atas engkau sepuluh kali”.

Rasulullah s.a.w bersabda, “Engkau telah selamat dari hukum potong tanganmu di dunia dan selamat juga dari siksaan di akhirat nanti karena engkau membaca solawat untukku”.

Memang membaca solawat itu sangat dianjurkan oleh agama sebab pahala-pahalanya sangat tinggi di sisi Allah. Selain itu bisa melindungi diri dari segala bencana, baik di dunia maupun di akhirat nanti. Sebagaimana dalam kisah tadi, orang Muslim yang dituduh mencuri itu mendapat perlindungan dari Allah melalui seekor unta yang menjadi hakimnya.

RAHASIA DAN KEUTAMAAN WUDHU

Apakah ada rahasia matematis antara hubungan wudhu dengan susunan tulang? Coba kita perhatikan. Berikut adalah jumlah tulang penyusun anggota tubuh yang dibasuh pada saat wudhu :

1. Rongga mulut dan hidung : 41 buah, terdiri dari geligi 32 buah, langit-langit dan rahang masing-masing 1 buah, sekat dan karang hidung 7 buah.

2. Wajah : 12 buah, terdiri dari tulang dahi, baji, rahang atas-bawah masing-masing 1 buah, tulang air mata, pelipis, hidung dan pipi masing-masing 2 buah.

3. Lengan dan tangan : 30 buah, terdiri dari 1 tulang lengan atas, 2 lengan bawah, 8 pergelangan tangan, 19 telapak dan jari-jari tangan.

4. Tungkai dan kaki : 31 buah, terdiri dari 2 tulang tungkai bawah, 8 pergelangan kaki, 21 telapak dan jari-jari kaki.

5. Kepala dan telinga : 12 buah, terdiri dari 2 tulang pelipis, 2 tulang ubun-ubun, 1 tulang baji, dahi dan belakang kepala, 6 tulang pendengaran.

Bagian poin 1-4 jika dijumlahkan akan menghasilkan 114. Jika dikali 3 (karena pembasuhan waktu wudhu sebanyak 3 kali) sama dengan 342. Poin 5 tidak dikalikan 3 karena memang hanya dibasuh 1 kali. Jika 342 ditambahkan dengan 12 akan menghasilkan 354, yaitu sama dengan jumlah hari dalam tahun hijriah atau sama dengan jumlah seluruh tulang manusia. Dengan demikian membasuh anggota wudhu seakan-akan sudah membasuh seluruh tubuh.

Demikianlah, bukti ilmiah kemukjizatan syariat Islam. Islam secara mendetail menjelaskan keunikan dan rahasia manfaat sekaligus kemukjizatan yang tidak dapat ditemui pada ajaran agama lain.

Sumber : dr. Sagiran, M.Kes., Sp.B (Mukjizat Gerakan Sholat)